Rencana

Bukan ini rencananya. Rencananya, kita akan melewati Februari, bahkan musyawarah bersama-sama. Rencananya, aku akan masuk legislatif bersamamu. Rencananya, kau tinggal di Bandung dan tetap bersamaku. Bukan bukan, ini bukan rencananya, hanya rencanaku.

Jika di pertemuan terakhir itu kau tanya apa pelajaran kehidupan yang aku dapat, aku jawab sekarang, adalah rencanaku tak selamanya berlaku, tapi rencanaNya. Yang pasti lebih baik, untuk siapapun, bahkan aku yang sangat lemah ini.

Komentar