Serasa dan Serasi

Apa menurutmu tentang 2 kata untuk judul tulisan kali ini? Serasa Serasi. Aku tersenyum saat baru membaca judul salah satu bab yang ada pada buku yang sedang ku baca kali ini. Serasa serasi. Aku baru mendengar kata yang bermakna satu-rasa disandingkan dengan kata serasi. Apa itu berarti satu-rasa dan satu-rasi? Apa itu Rasi? Rasi bintang.

Bukan, menurutku ini bukan serasi menjadi kata satu-rasi ketika disandingkan dengan serasa. Serasa disini pun bukan berarti arti kata serasa nya menurutku, serasa itu seperti. Jadi menurutmu, ini seperti serasi? Tidak benar-benar serasi, begitu?

Bukan, menurutku ini bukan seperti itu.

Lalu terceritakanlah kisah Umar bin Khattab yang hendak menikahi Ummu Kaltsum binti Abu Bakar. Aisyah ketakutan, karena karakter Umar dan adiknya yang berbeda. Yang pada akhirnya, Umar menikah dengan Ummu Kaltsum binti Ali bin Abi Thalib. Yang memang memiliki latar belakang karakter yang sama.

Sejenak aku terpikir, tentang aku, dan kelak cerita masa depanku.

"Allah tidak akan mengubah suatu kaum kecuali kaum itu merubahnya sendiri"

Mangga. Semoga bertemu dengan yang serasa dan serasi, kelak di masa depan, di tempat dan waktu yang tepat. Semoga sampai.

Komentar