Pacaran (1)

"Bosen tau aku mah ngomongin teh yang gini wae"

Perkataan yang kemudian terucap dari salah satu kami ketika ada dede ganteng yang datang, awalnya nungguin hujan, selanjutnya curhat-colongan.

"Enggak ada istilah pacaran itu sebagai usaha kamu cari jodoh, bung."
"Selain doa teh, bersyukur sama yang udah di dapat"
"Dapat naon?"
"Ya itu, orang yang gak bersyukur itu udah punya, terus-terusan nyari yang lebih baik"
"Kamu pacaran itu, sama aja dengan kamu bunuh diri. Bunuh diri itu gak percaya takdir Allah, mendahului takdirNya. Padahal semua orang pasti mati, pasti kembali lagi padaNya, tapi orang yang bunuh diri mah gak yakin, buktinya milih jalannya sendiri. Gitu juga orang pacaran. Semua orang sudah disediakan jodohnya, waktunya, orangnya, jadi kita gak usah buru-buru pacaran atau nge-keep seseorang jadi milik kita, toh Allah sudah sediakan."
"Terus sekarang aku?"
"Ya berdoa"
"Pasti atuh teh itu mah"
"Nih, yang jelas, kamu gak akan nemuin pacar yang sholehah. Itu sama aja kamu cari babi yang halal"
"Hah?"
"Karena yang sholehah mah gak akan mau pacaran"
"Haha iya juga teh"

Hujan pun reda, jadwal foto DPM segera tiba. Ciao!

Komentar

Posting Komentar