Masuk AMIF adalah salah satu jalanNya yang indah. Alhamdulillah. Kenal temen-temen di kampus lain yang punya ranah kerja (mungkin ya) yang sama. Meski basic nya beda-beda, tapi kami terikat dengan informasi dan komunikasi.
Lalu ketemu banyak kahim dari berbagai univ tentu dengan kultur yang berbeda-beda, dengan pengkaderan yang berbeda-beda, dengan standar seorang kahim yang berbeda-beda. Bukan cuma kahim, tapi delegasinya juga. Aku jatuh hati pada kalian semua. Yang mau menggeluti organisasi di luar kampus, yang padahal di kampus juga (mungkin) belum rapi sementara kita harus merapikan kultur di AMIF dengan kultur yang kita bawa masing-masing.
Balik lagi ke kahim, kenapa ngebahas kahim?
Setelah seminggu ini ramai marak dibicarakan tentang presiden, nawacita, dan lain-lain, tetiba terpikir tentang sosok seorang pemimpin. FYI, sejauh ini, setiap pemimpin yang aku temui, entah itu DPA (Kahim tiap univ) di AMIF, kahim-kahim jurusan di kampus, presiden BEM (dari jaman bang Faldo), itu semua keren-keren. Terlihat dari perawakannya, wajahnya yang mantap dan yakin, dan langkah panjang gerak-geriknya. Bagaimana dengan sosok presiden Indonesia?
Aku jatuh cinta pada Mursi dan Erdogan. Barakallah barakallah.
Semoga teman-teman yang sekarang atau bahkan sudah menjabat sebagai Kahim, Presiden, atau Ketua, bisa menjadi pemimpin masa depan bagi Indonesia. Semoga kaderisasi tidak pernah terputus.
Tentu kaderisasinya yang baik.
Meski santer terdengar bahwa akang-akang sudah mempersiapkannya, aku tetap cemas tapi penuh harap. Karena Indonesia adalah negara yang luarbiasa penuh cinta dariNya.
Semangat, para pemimpin!
Lalu ketemu banyak kahim dari berbagai univ tentu dengan kultur yang berbeda-beda, dengan pengkaderan yang berbeda-beda, dengan standar seorang kahim yang berbeda-beda. Bukan cuma kahim, tapi delegasinya juga. Aku jatuh hati pada kalian semua. Yang mau menggeluti organisasi di luar kampus, yang padahal di kampus juga (mungkin) belum rapi sementara kita harus merapikan kultur di AMIF dengan kultur yang kita bawa masing-masing.
Balik lagi ke kahim, kenapa ngebahas kahim?
Setelah seminggu ini ramai marak dibicarakan tentang presiden, nawacita, dan lain-lain, tetiba terpikir tentang sosok seorang pemimpin. FYI, sejauh ini, setiap pemimpin yang aku temui, entah itu DPA (Kahim tiap univ) di AMIF, kahim-kahim jurusan di kampus, presiden BEM (dari jaman bang Faldo), itu semua keren-keren. Terlihat dari perawakannya, wajahnya yang mantap dan yakin, dan langkah panjang gerak-geriknya. Bagaimana dengan sosok presiden Indonesia?
Aku jatuh cinta pada Mursi dan Erdogan. Barakallah barakallah.
Semoga teman-teman yang sekarang atau bahkan sudah menjabat sebagai Kahim, Presiden, atau Ketua, bisa menjadi pemimpin masa depan bagi Indonesia. Semoga kaderisasi tidak pernah terputus.
Tentu kaderisasinya yang baik.
Meski santer terdengar bahwa akang-akang sudah mempersiapkannya, aku tetap cemas tapi penuh harap. Karena Indonesia adalah negara yang luarbiasa penuh cinta dariNya.
Semangat, para pemimpin!
Komentar
Posting Komentar