Bakar-bakar Semangat dengan Seminar

Bukan seminar sih, apa ya disebutnya, yaa rangkaian acara Roadshow lah ya. Sudah ada 2x dalam sebulan ini ikutan acara dengan tajuk startup, diawali dari roadshownya temen-temen klik Indonesia di audit JICA beberapa waktu lalu yang mempertemukan aku yang lagi cari-pelarian-skripsi dengan kang Singgih, kang Daus, dan mas Alif yang masing-masing bergerak di bidang yang berbeda tapi industri yang sama. Selanjutnya hari ini, ketemu sama kang Paw, foundernya layanglayang mobile.

Bukan kedua kalinya sih sebenernya, dengan acara BDV yang setiap bulan minimal sekali diadain, ada deh yang kebakar. Kadang pingin bikin startup yang keren dan solutif serta bermanfaat. Tapi, baru ngeuh, kalau startup itu bukan martabak yang dibikin sekali lalu habis dimakan. Lebih dari itu, startup seperti ngasuh-anak. Berkelanjutan. Dan bergerak.

Iya, bergerak. Barusan diceritain tentang perusahaan NOKIA, yang ternyata dulunya adalah perusahaan kayu, eh lanjut jadi perusahaan handphone, dan sekarang redup karena nokia kalah saing dan gak bergerak. (gitu deh kurang lebih) Ada juga instagram, ternyata dulunya adalah foursquare, yang tadinya cuma share location, sekarang jadi share picture. Begitulah, hidup ini bergerak. Seperti halnya ngerjain skripsi, meskipun lagi malas, buka aja file nya, baca aja jurnalnya, kali aja jadi ingin nulis sesuatu hehe, skip.

Bergerak.
Sementara pernah merasa jatuh dengan pengalaman develop startup sebelumnya, saya rasa bukan alasan untuk gak lanjut maju lagi. Be competitive, Non!

Gak sih, gak melulu harus ngikutin pasar kok. Bisa jadi kita bikin pasar sendiri. Contohnya instagram. Yang, dalam pengamatan sederhana saya, instagram ini muncul dengan ide yang berbeda dari sosial media yang sedang marak-maraknya kala itu. Ketika teman-teman di facebook bisa update status, kirim pesan di wall, dan di twitter teman-teman bisa twit serta mention, instagram tampil dengan upload foto, just photo! Gak melulu ikutin pasar, tapi ciptakan pasar.

Dan kata kang Paw, gak melulu make something new. Toh, facebook juga kan muncul karena ada pengalaman dari friendster. Seseorang juga pernah bilang, bbm muncul karena kebiasaan kita berkirim pesan via sms. Learning by reference.

Jadi ingat seseorang pernah membahas suatu hal bahwa suatu hari teknologi akan mati. Hampir disetiap sesi Q&A mau nanyain tentang itu ke semua CEO, tapi malu haha. Well, adakah yang bikin aplikasi sebagai peralihan transisi dari teknologi ke konvensional? That's the plan. Kalau ada yang mau, sebagai apapun, hubungi aku ya: ratih.kraridos@gmail.com [SERIUS]

Mm, yaa Program Life Cycle. Entah kenapa, jadi kepikiran untuk 'oleh-oleh' yang akan dipersembahkan buat anak cucu nanti. Mungkin kamu, mau bantu?

Selamat bersahabat dengan semesta, dan jadilah khalifah seperti yang tertuang pada QS. Al-Baqarah: 30

:)

Komentar