//Sebenernya materi ini rada nge-split sama kemampuan diri yang gak ngerti bahkan lupa sama pelajaran sejarah dan geografi T________T mana telat, jadi gak paham amat dah~
Intinya adalah, sejarah Indonesia ini sudah di"bohongi" oleh para penjajah. Sejak jaman dahulu, negara ini sudah berkiblat ke barat. Sebut saja barat sentris. Makanya, setiap buku sejarah yang dibuat oleh orang barat itu pasti dipercaya. Contohnya buku History of Java yang ditulis oleh Rafles.
Secara garis besar, buku-buku tersebut menghidupkan budaya Hindu dan mengkamuflase Islam. Cerita-cerita sejarah tersebut menceritakan seolah-olah Nusantara terpecah karena kehadiran Kerajaan Islam. Semenjak itu, sedikit-demi-sedikit, terasa atau tidak, seolah-olah muncul sebuah kesimpulan bahwa "Kalau mau jadi orang nasionalis, jangan jadi orang Islam yang baik."
Split kepribadian itu mah.
Split. Iya. Soalnya, mari kita cek ke landasan negara kita, Pancasila. Sebutkan, dari 5 sila, sila mana yang tidak sesuai dengan agama Islam?
Seharusnya, semakin Islam itu semakin nasionalis. Jadilah Muslim yang baik, maka kita akan jadi negarawan yang baik.
IMO, jangan dibalik ya, jangan jadi negarawan yang baik dulu baru jadi muslim yang baik, karena ya gitu, nanti jadi split. Jadi misah-misahin, lah ini urusan negara. Mening jadi muslim yang baik dulu. Akhirat dulu, dunia mah ngikut. Lagiankan, urusan dunia itu include sama urusan akhirat. Kebutuhan primer kita itu agama, spiritualitas.
Wallahu'alam bishawab.
(31 Mei 2015)
Intinya adalah, sejarah Indonesia ini sudah di"bohongi" oleh para penjajah. Sejak jaman dahulu, negara ini sudah berkiblat ke barat. Sebut saja barat sentris. Makanya, setiap buku sejarah yang dibuat oleh orang barat itu pasti dipercaya. Contohnya buku History of Java yang ditulis oleh Rafles.
Secara garis besar, buku-buku tersebut menghidupkan budaya Hindu dan mengkamuflase Islam. Cerita-cerita sejarah tersebut menceritakan seolah-olah Nusantara terpecah karena kehadiran Kerajaan Islam. Semenjak itu, sedikit-demi-sedikit, terasa atau tidak, seolah-olah muncul sebuah kesimpulan bahwa "Kalau mau jadi orang nasionalis, jangan jadi orang Islam yang baik."
Split kepribadian itu mah.
Split. Iya. Soalnya, mari kita cek ke landasan negara kita, Pancasila. Sebutkan, dari 5 sila, sila mana yang tidak sesuai dengan agama Islam?
Seharusnya, semakin Islam itu semakin nasionalis. Jadilah Muslim yang baik, maka kita akan jadi negarawan yang baik.
IMO, jangan dibalik ya, jangan jadi negarawan yang baik dulu baru jadi muslim yang baik, karena ya gitu, nanti jadi split. Jadi misah-misahin, lah ini urusan negara. Mening jadi muslim yang baik dulu. Akhirat dulu, dunia mah ngikut. Lagiankan, urusan dunia itu include sama urusan akhirat. Kebutuhan primer kita itu agama, spiritualitas.
Wallahu'alam bishawab.
(31 Mei 2015)
Komentar
Posting Komentar