Menaruh Langit

Mengapa menaruh langit begitu rendah? Apa agar mudah kau menggapainya? Setelah menggapainya, apa yang akan kau lakukan kemudian?

Sejatinya, posisi langit itu tinggi. Jauh. Dan entah kenapa, aku baru sadar sekarang. Dengan posisi langit yang tinggi dan jauh, banyak orang bisa menikmatinya, mengaguminya, bahkan menjadikannya sumber kekuatan inspirasi. Lebih dari itu, menjadikannya hasil karya; lukisan atau sekedar jepretan.

Menaruh langit.
Sampai akhirnya kau sadar, bahwa langit yang tinggi, semakin hari semakin membumbung, lebih tinggi lagi.

Harapanku menemuimu sore ini, tiba-tiba turun hujan, kau makin membumbung tinggi. Harapanku menemuimu esok harinya, lagi-lagi kau tidak disitu. Kau membumbung lebih tinggi lagi. Kau benar, aku menaruhmu terlalu rendah, dan baiknya dirimu, kau semakin membuatmu lebih tinggi, agar aku melompat dan menaiki tangga yang lebih tinggi lagi untuk menemuimu.

Aku tau, ini bukan tentang waktu. Ini tentang kemampuan, mampu kah aku menemui langit yang aku taruh.

Menaruh langit.
Jika kemudian langitku diambil sebelum aku meraihnya, oleh siapapun, maka, akan ku taruh langit yang lain, lebih tinggi lagi. Dan aku yakin, aku bisa mencapainya. Lebih tinggi lagi.

Komentar