Judul: Izrail Bilang Ini Ramadhan Terakhirku
Penulis: Ahmad Rifai Rifan
Penerbit: Republika
Tebal: 231 halaman
Bagaimana jika iya, jika kemudian kata Malaikat Izrail bahwa ini ramadhan terakhirmu, de?
Menjelang Ramadhan, hati ini diliputi harap dan cemas. Harap, berharap bertemu dengan yang dirindu, bulan penuh berkah, yang kebaikan dilipat gandakan, yang tidak ada di bulan lain ada di bulan ini, yang di dalamnya ada malam seribu bulan. Cemas, akankah berjumpa dengan Ramadhan, karena bahkan 1 detik ke depan saja kita tidak tahu apakah masih bisa menapaki bumi atau tidak.
Buku ini berisi 30 chapter judul di dalamnya. Menarik, karena dengan 30 chapter, menurutku, ini memberikan motivasi dan kesempatan untuk membaca buku setiap hari, mengisi waktu kosong siang hari atau menunggu adzan maghrib saat bulan Ramadhan.
Di dalamnya tidak hanya berisi tentang dahsyatnya bulan Ramadhan, tapi juga persiapan awal menuju Ramadhan, dan banyak materi untuk merenung, muhasabah diri, tentang kesudahan bulan Ramadhan. Barakallah, barakallah, semoga jadi amal sholeh.
Bersama buku ini juga, kemarin sempat dapat inspirasi untuk skripsi. Alhamdulillah, jika memang sudah harus dipertemukan, maka akan bertemu, bagaimanapun caranya. Semoga rejekinya de :)
Well, overall, buku ini bagus untuk dibaca saat Ramadhan. Lalu kenapa ratih baca sekarang-sekarang? Tadinya mau cari materi untuk bikin reminder, makanya baca buku ini dulu hihi.
Penulis: Ahmad Rifai Rifan
Penerbit: Republika
Tebal: 231 halaman
Bagaimana jika iya, jika kemudian kata Malaikat Izrail bahwa ini ramadhan terakhirmu, de?
Menjelang Ramadhan, hati ini diliputi harap dan cemas. Harap, berharap bertemu dengan yang dirindu, bulan penuh berkah, yang kebaikan dilipat gandakan, yang tidak ada di bulan lain ada di bulan ini, yang di dalamnya ada malam seribu bulan. Cemas, akankah berjumpa dengan Ramadhan, karena bahkan 1 detik ke depan saja kita tidak tahu apakah masih bisa menapaki bumi atau tidak.
Buku ini berisi 30 chapter judul di dalamnya. Menarik, karena dengan 30 chapter, menurutku, ini memberikan motivasi dan kesempatan untuk membaca buku setiap hari, mengisi waktu kosong siang hari atau menunggu adzan maghrib saat bulan Ramadhan.
Di dalamnya tidak hanya berisi tentang dahsyatnya bulan Ramadhan, tapi juga persiapan awal menuju Ramadhan, dan banyak materi untuk merenung, muhasabah diri, tentang kesudahan bulan Ramadhan. Barakallah, barakallah, semoga jadi amal sholeh.
Bersama buku ini juga, kemarin sempat dapat inspirasi untuk skripsi. Alhamdulillah, jika memang sudah harus dipertemukan, maka akan bertemu, bagaimanapun caranya. Semoga rejekinya de :)
Well, overall, buku ini bagus untuk dibaca saat Ramadhan. Lalu kenapa ratih baca sekarang-sekarang? Tadinya mau cari materi untuk bikin reminder, makanya baca buku ini dulu hihi.
Buku adalah teman duduk yang tidak akan memujimu dengan berlebihan. Ia sahabat yang tidak akan menipumu. Ia adalah teman yang tidak membuatmu bosan--Al Jahish
Komentar
Posting Komentar