Tues-extraordinary-day

Selasa ini gak seperti Selasa biasanya. Agenda Selasa-mingguan di skip dulu minggu ini, dan Alhamdulillah dihadirkan dengan agenda yang tidak kalah menarik olehNya. Yang biasanya setiap hari Selasa bicara nya tentang organisasi dan sejenisnya, hari ini bicara tentang skripsi dan masa depan. Terbagi ke dalam 2 sesi.

Sesi 1: Ramen House.
Sesi 1 ini harusnya ada lebih dari 2 pemateri, tapi apa daya, 1 pemateri aja udah dibuat kegampar-gampar, apalagi 2, apalagi lebih haha. Alhamdulillah, niatnya hari ini yang nyenengin ijah, eh malah aku yang disenengin sama ijah, digampar ijah. Bertemu yang dirindu memang tidak pernah se-kikuk ini. Meskipun kikuk, tetep aja ujung-ujungnya curhat panjang hahaha. "Emang kita sesibuk apa sih? Sesibuk Nabi Sulaiman? Sesibuk Nabi Muhammad? Udah mikirin orang lain? Mungkin kita yang terlalu banyak ngeluh" Cukup sampai situ aja, rasanya aku ingin ngurung diri di kamar 2 malam ini, sampai besoknya Ramadhan.

Dibalik kesulitan ada kemudahan. Entah sudah menemukan kesulitannya atau belum, atau memang ini masih kadar mudah lalu terlena? Belum maksi sih, belum sampai mentok banget. Belum sampai "ah ini gak tau harus diapain lagi" fyuuuuuu~ Aku pulang bersama berjuta harapan dan impian dan cita cinta dan perenungan. Ih, bidadari ini memang paling bisa. Terimakasih, kekasih~

Sesi 2: Base-mall-camp
Ini, pertemuan yang harusnya berlima dan selalu gak komplit. Minus Dika. Ah, whenever, wherever, whatever, semoga Dika gak lupa deh ya sama kita. Berada dikumpulan anak-anak yang seangkatan, sekelas 2 tahun, bahkan ada yang 3 tahun, bahkan ada yang dari SMP bareng, dan sekarang ada yang revisi menuju sidang, ada yang lagi co-ass, ada yang lagi mangkir cari pelarian, adalah cambuk besar yang seharusnya saat ini udah mulai baca jurnal.

"Berpikir tentang kebermanfaatan, sekarang, tapi cuma mikirin doang, itu nol. Meningan, kerjain sekarang, lalu manfaatkan untuk masa yang panjang." Atau bahkan bisa jadi memanfaatkan hal lain, dan jadi bermanfaat setelah lulus. Ketemu sama kalian memang gak pernah mengecewakan. Terims Ijam, Ayang, Besa. Ana uhibuki fillah.

Memang kita gak bisa berdiri sendiri. Terimakasih selalu setia mendampingi, di setiap chat, di setiap rangkai doa. :")

Komentar