Hendak Kemana?

Perpisahan yang pasti, tanpa tau akan bertemu lagi atau tidak.

Hendak kemana? Mengapa terasa tak ada angin berkabar atas kepergiaanmu yang tidak lama lagi? Padahal, sehari-harinya, aku selalu bersama denganmu. Hendak kemana?

Apa ada yang aku lewatkan? Hingga seharusnya, kabar kepergianmu sudah santer terdengar dan aku bisa menyiapkan farewell party perpisahan ini.

Orang-orang menyiratkan isak tangis akan perpisahan, tapi aku penuh dengan tanda tanya dan keheranan.

Maaf, jika ternyata, kehadiranmu tidak begitu aku istimewakan, aku terlalu sibuk mengurusi tulisan dan proyek-proyek yang tidak ada apa-apanya dibanding hadiah yang kau bawakan untukku. Kehadiranmu aku sambut dengan seadanya, dan baru kusadari, kepergianmu tinggal menghitung jari dalam menit.


Kau, hendak kemana?
Akankah kita berjumpa lagi?

Komentar