Langit Tetap Menawan

Dalam tulisanmu, kau banyak bercerita tentang matahari, bumi, dan hujan. Beserta langit.

Ini adalah putaran keduaku untuk membaca utuh bukumu. Lagi-lagi, aku merasa tulisanmu ini untukku. Sejak mengenalmu, aku mulai yakin, ada orang-orang yang jatuh cinta pada tulisan, mungkin begitu juga denganku. Jika kemudian kau bertanya, pernahkah kita bertemu. Aku jawab, ya. Lewat tulisanmu, dan event kala itu.

Katamu,
"Matahari memberi ruang kepada bumi agar bumi paham, bahwa ada atau tiadanya matahari, langit tetaplah menawan."
 Mungkin iya. Dan memang iya. Langit tetaplah menawan.

Terimakasih untuk selalu memberi inspirasi. Bahwa menulis, bukanlah sebuah profesi. Bahwa mimpi, akan terus menjadi mimpi. Bahwa aku tidak harus terhenti.

Barakallah, mas. Memang, cinta banyak bentuknya.

Sekali lagi, terimakasih. Tulisanmu selalu membuat cinta.

Komentar