Aku adalah sosok anak yang anak-ayah-ibu, banget. Hampir semua hal yang terjadi pada diriku pasti aku ceritakan pada ayah ibu, meski tidak semua, tapi beberapa hal penting aku selalu ceritakan pada ayah ibu. Seperti urusan hati.
Mungkin ada baiknya gak bilang, tapi aku lebih seneng kalau ayah ibu tau, anaknya ini sekarang lagi kenapa. Seperti misalnya, setiap hari Ahad, aku tidak pernah lupa untuk mengabsen ayah dengan kalimat, "Ayah, ketemu gak?"
Setelah direnungkan, kalimat absen itu, selain norak, jugak sepertinya terlalu lugas. Mungkin, aku yang terlalu memaksakan, terlalu ikut campur dengan urusan takdir. Jika sudah waktunya bertemu dan bertamu, pasti datang juga kan. Tidak perlu hari Ahad, kan? Terkadang, aku merasa amatir dalam hal seperti ini. Memang amatir, sih. Amatir pisan.
Padahal ayah selalu bilang, "Tau yang mana orangnya aja ayah gak tau", yaiyalah, ayah juga gak punya akses buat ke lauh mahfuz liat jodoh dede, kan? Iya.
Komentar
Posting Komentar