Jadi inget kata Hendra pas kemarin wisuda. Waktu ditanya Sari, "Ndra, mana kado buat aku?" terus dengan dinginnya Hendra jawab, "Sar, kata pepatah juga, 'jangan tanyakan apa yang Hendra berikan untuk Sari. Tapi tanyakan apa yang Sari berikan untuk Hendra."
Dan semua bubar. Hendra mah gitu orangnya.
Percakapan di atas merupakan sebuah perumpaman dalam hidup. Berkali-kali merasa, "Ah, guenya aja belum dikasih apa-apa kok sama mereka, kenapa pula gue harus kasih banyak sama mereka." Hello de, kamu berjuang, atau bercanda?
Ketika ngerasa perlu dikasih lebih untuk ngasih lebih, mungkin disitu kita lupa bersyukur.
Apa masih kurang Allah kasih nikmat yang tidak terhitung berapa banyaknya? Yang bahkan, ketika lautan diganti menjadi tinta untuk menuliskan nikmatNya, sampai tinta itu habis, nikmatnya tidak akan habis untuk terus dituliskan.
Masih berharap sama manusia?
Berharap lah pada seharusnya kamu berharap.
Tempat berharap yang tidak pernah mengecewakan? Allah.
Dan semua bubar. Hendra mah gitu orangnya.
Percakapan di atas merupakan sebuah perumpaman dalam hidup. Berkali-kali merasa, "Ah, guenya aja belum dikasih apa-apa kok sama mereka, kenapa pula gue harus kasih banyak sama mereka." Hello de, kamu berjuang, atau bercanda?
Ketika ngerasa perlu dikasih lebih untuk ngasih lebih, mungkin disitu kita lupa bersyukur.
Apa masih kurang Allah kasih nikmat yang tidak terhitung berapa banyaknya? Yang bahkan, ketika lautan diganti menjadi tinta untuk menuliskan nikmatNya, sampai tinta itu habis, nikmatnya tidak akan habis untuk terus dituliskan.
Masih berharap sama manusia?
"Upah yang kuharapkan dari kamu adalah buat kamu. Balasan jasa buatku terserah kepada Allah, kerana Ia menyaksikan segala sesuatu. "--Hasan Al Banna
Berharap lah pada seharusnya kamu berharap.
Tempat berharap yang tidak pernah mengecewakan? Allah.
Yes, setuju.
BalasHapus