Jika pada saatnya nanti kau memilihku,
Bagaimana bila nantinya, orang-orang mempertanyakan pilihanmu. Mempertanyakan pilihanmu, yaitu aku. Mengapa kau memilihku?
Orang bilang cinta jangan dipandang dari mata.
Apakah orang hanya memandangku dari matanya? Aku sedikit minder, karena sejak dulu aku memang selalu jadi si itik buruk rupa.
Semoga kau tidak begitu, semoga kau memandangku dari hatimu. Karena qurrota'ayun itu yang menenangkan hati, bukan menenangkan mata.
Lantas, adakah jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan itu?
Kalau aku sih, ada.
---
Mulai terpikirkan, saat seorang teman bilang, bahwa menikah, bukan perihal suka, saja. Karena menikah bukan untuk bahagia, tapi untuk ibadah.
Bagaimana bila nantinya, orang-orang mempertanyakan pilihanmu. Mempertanyakan pilihanmu, yaitu aku. Mengapa kau memilihku?
Orang bilang cinta jangan dipandang dari mata.
Apakah orang hanya memandangku dari matanya? Aku sedikit minder, karena sejak dulu aku memang selalu jadi si itik buruk rupa.
Semoga kau tidak begitu, semoga kau memandangku dari hatimu. Karena qurrota'ayun itu yang menenangkan hati, bukan menenangkan mata.
Lantas, adakah jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan itu?
Kalau aku sih, ada.
---
Mulai terpikirkan, saat seorang teman bilang, bahwa menikah, bukan perihal suka, saja. Karena menikah bukan untuk bahagia, tapi untuk ibadah.
Komentar
Posting Komentar