Di bulan November 2 tahun silam.
Padahal bulan November, tapi yang dibacainnya Hujan Bulan Juni.
Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapuskannya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif(Sapardi Djoko Damono)
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
Ke toko buku dan ketemu novel Hujan Bulan Juni. Aku tersenyum malu-malu. Sampai di rumah, ku buka file lama, ada folder, ini seperti menemukan harta karun.
Komentar
Posting Komentar