Posisikan aku sebagai dirimu.

Bagaimana aku harus mengelola pikiranku tentang masa depan, yang ternyata masih terganjal beberapa hal. Yang ternyata aku terlalu awal mengatakan. Yang ternyata, akupun tak suka membuatmu resah menunggu terlalu lama tanpa kabar.

Posisikan dirimu sebagai aku.

Bagaimana aku tak bisa berkata apa-apa selain 'silakan' dan memilih menunggu, biarpun tanpa kabar. Lalu meminta pendapat ayah ibu, yang kini kami menuggu hingga pukul sembilan, baru pintu pagar ditutup. Bayangkan jika pintu itu tak pernah terbuka lagi, sekalipun aku masih menuggu pintu itu untuk diketuk.

Tahu dirilah. Siapa aku dan kamu, belumlah jadi apa-apa.

Komentar