Hati-hati, adalah kesadaran sendiri.
Gak bisa kita minta orang untuk hati-hati, sementara kitanya seenaknya aja. Misal di jalan raya. Ketika kita berkendara, kita yang kurang hati-hati, kemudian gak sigap ketika kendaraan depan menge-rem tiba-tiba, dan terjadilah tabrakan. "Eh, hati-hati dong!" Oke deh, bisa jadi orang yang di depan kita juga salah karena berhenti mendadak, tapi kalau kitanya juga hati-hati, tabrakannya gak akan terjadi.
Gitu juga dalam kehidupan. Jika kitanya bisa hati-hati, membawa dan mengontrol diri, rasanya, hal-hal yang seharusnya terjadi tidak akan terjadi.
Misalnya, khilaf atau lupa, dan terjerumus dalam dosa.
Yah, ngomonginnya dosa banget nih tih, serem :(
Gak bisa kita minta orang untuk hati-hati, sementara kitanya seenaknya aja. Misal di jalan raya. Ketika kita berkendara, kita yang kurang hati-hati, kemudian gak sigap ketika kendaraan depan menge-rem tiba-tiba, dan terjadilah tabrakan. "Eh, hati-hati dong!" Oke deh, bisa jadi orang yang di depan kita juga salah karena berhenti mendadak, tapi kalau kitanya juga hati-hati, tabrakannya gak akan terjadi.
Gitu juga dalam kehidupan. Jika kitanya bisa hati-hati, membawa dan mengontrol diri, rasanya, hal-hal yang seharusnya terjadi tidak akan terjadi.
Misalnya, khilaf atau lupa, dan terjerumus dalam dosa.
Yah, ngomonginnya dosa banget nih tih, serem :(
Komentar
Posting Komentar