"Masalah intinya adalah komunikasi." Sering kali didapati, komunikasi menjadi peran utama dalam sebuah interaksi. Peran utama, juga jadi masalah utama. Bahkan mungkin, dulu pun aku pernah mengalaminya, sering. Miskom, kemudian muncul berbagai dzon, kemudian krisis kepercayaan. Parahnya, itu bisa jadi ke arah saling menjatuhkan, na'udzubillah.
Kemarin sempat membahas hal ini dengan beberapa rekan. Katanya, masalahnya ada di komunikasi. Dengan dunia yang sebegini canggihnya, dimana (katanya) dunia sekarang ini mampu mendekatkan yang jauh, dan merapatkan yang dekat, tapi komunikasi masih saja jadi kendala. Aku bertanya-tanya, apa yang salah? "Sibuk sama urusannya masing-masing," katanya. Aku mengernyitkan dahi, sebegitunyakah?
Aku belum menemukan jawabannya, hingga hari ini Allah pertemukan aku dengan jawaban itu dalam sebuah agenda. Hari ini yang dibahas tentang istidzan, izin. Izin itu, erat kaitannya dengan hubungan sosial, dengan komunikasi. Karena adanya izin, memudahkan dalam perjalanan perjuangan, juga menghindari prasangka. Dengan izin, sebuah masalah pun bisa dikomunikasikan. Ustadzah bilang, jika seseorang sudah membiasakan dirinya dengan meminta izin, maka komunikasinya efektif, jika komunikasi dengan makhlukNya itu efektif, maka itu merupakan implikasi dari hasil komunikasinya dengan Allah.
Jadi, jangan-jangan, komunikasi yang gak lancar itu, karena komunikasinya dengan Allah juga sebentar-sebentar? Astagfirullah. :((
Kemarin sempat membahas hal ini dengan beberapa rekan. Katanya, masalahnya ada di komunikasi. Dengan dunia yang sebegini canggihnya, dimana (katanya) dunia sekarang ini mampu mendekatkan yang jauh, dan merapatkan yang dekat, tapi komunikasi masih saja jadi kendala. Aku bertanya-tanya, apa yang salah? "Sibuk sama urusannya masing-masing," katanya. Aku mengernyitkan dahi, sebegitunyakah?
Aku belum menemukan jawabannya, hingga hari ini Allah pertemukan aku dengan jawaban itu dalam sebuah agenda. Hari ini yang dibahas tentang istidzan, izin. Izin itu, erat kaitannya dengan hubungan sosial, dengan komunikasi. Karena adanya izin, memudahkan dalam perjalanan perjuangan, juga menghindari prasangka. Dengan izin, sebuah masalah pun bisa dikomunikasikan. Ustadzah bilang, jika seseorang sudah membiasakan dirinya dengan meminta izin, maka komunikasinya efektif, jika komunikasi dengan makhlukNya itu efektif, maka itu merupakan implikasi dari hasil komunikasinya dengan Allah.
Jadi, jangan-jangan, komunikasi yang gak lancar itu, karena komunikasinya dengan Allah juga sebentar-sebentar? Astagfirullah. :((
Komentar
Posting Komentar