Emang bukan pertama kalinya untuk naik bus di kota Bandung. Beberapa kali pernah naik bus. Waktu dulu poliklinik ada di Sumber Sari, aku dan ibu selalu naik bus, karena lebih enak aksesnya, gak naik turun naik turun, kata ibu.
Setelah beranjak dewasa, pernah juga naik bus ke kampus, meskipun harganya sama saja bahkan lebih mahal 1000 dari naik angkot, tapi naik bus memudahkan untuk bisa tidur dan istirahat lebih lama hehe.
Kamis sampai Minggu sudah full booked dengan agenda menuntaskan Tugas Akhir, tapi hati ini rasanya ingin pergi dulu, barang beberapa jam. Sejak 2 pekan sebelumnya sudah berencana, long weekend ini ingin pergi. Tapi karena satu dan lain hal, rencanannya ditunda dulu. Sebel sih, tapi pas baca buku, mendahului urusan orang lain daripada urusan diri sendiri itu lebih baik, jadi ya sudahlah. Tapi liburan tetep harus liburan. Dan memutuskan untuk pergi ke Islamic Book Fair di Pusdai.
Karena ayah dan Opik ada agenda beberes rumah --sudah sepekan listrik di rumah naik turun, jadi harus dibenerin, libur adalah momen ayah untuk beberes rumah-- dan ibu dan teteh sedang mengurusi hari penggenapannya teteh, jadi aku merancang liburan hari ini, untuk sendirian.
Not prepared well. Berangkat jam setengah 11 dan menunggu bus kota yang hampir satu jam. Aku lupa waktu estimasi menunggu. Gusar. Dzuhur di jalan. Dan hujan juga di beberapa meter sebelum sampai. Ya Allah, lupa bawa payung. Bukan lupa sih, emang gak mau bawaan ribet hari ini, karena niatnya memang cuma jalan-jalan aja. Satu sling bag, isinya handphone, uang, KTM, dan buku catatan. Bahkan KTP pun gak aku bawa. Kuyub sampai di masjid. Bergegas dzuhur. Agak santai setelahnya, karena mesjid hari itu ramai sekali, Alhamdulillah. Aku berjalan tenang untuk ambil sepatu dan masuk ke gedungnya. Dan lapar. Dingin dan lapar.
Tak lama-lama juga di dalam, muter sekali. Beli titipan ayah, dan beberapa buat aku, terus ketemu temen-temen di Kuliah Peradaban yang katanya bulan ini sidang. Barakallah akang-akang, semoga dimudahkan dan segera menemukan penggenapnya ya, biar jalannya jadi berempat kalian, gak berdua aja hehe.
Karena masih hujan, dan gak bawa payung, dan dari Pusdai ke halte lumayan jalannya, jadi memutuskan untuk diem dulu di Gedung, yang memang sedang berlangsung talkshow tentang KTI untuk guru. Menarik, kata aku. Aku menikmatinya beberapa saat. Tapi, dipertengahan, lagi, dibahas lagi tentang jabatan. Ah, kenapa ya, KTI selalu disangkut pautkan dengan keberlangsungan pangkat seorang guru, golongan (apalah, aku gak tau, maap). Padahal, melakukan penelitian, publikasi karya memang sudah jadi tanggung jawab seorang guru, tanpa diiming-imingi untuk naik pangkat dan lain-lain. Tidak ada yang kebetulan memang, aku yang sedang dalam perjalanan menghabiskan buku Totto-chan dan sekarang sedang membahas tentang pendidikan. Rasanya, harus jadi guru sekalipun gak bercita-cita jadi guru. Wallahu'alam ke depannya seperti apa.
Sudah jam 2, janji sama ayah hanya dzuhur di Pusdai, dan Alhamdulillah hujan sudah reda, jadi bisa pulang. Bus memang harus ditunggu, seperti aku yang menunggumu, tapi untungnya ini nungguinnya di halte, jadi bisa duduk dan melanjutkan baca buku Totto-chan yang berbentuk ebook. Saking asiknya, eh, kelewatan busnya. Dan busnya berhenti bukan di tempatnya. Sungguh gak enak sama pengendara yang lain. Maaf maaf.
Part yang paling disuka kalau di bus, adalah bisa tidur. Alhamdulillah. Dan tidurnya kelamaan, akhirnya missed beberapa meter dari tempat yang sudah ditargetkan untuk jadi bus stop, berhentinya di gerbang tol jadinya hehe, that's not a big problem sih. Dan ashar di rumah, adalah perjalanan yang singkat dan menyenangkan serta penuh makna. Suka, banget. Alhamdulillah.
Pelajarannya: Prepared well, payung, jaket, snack, dan waktu. Sabar.
Well ya, sabar. Karena di hampir satu jam nunggu bus, ayah udah nge-tele:
A: Udah dapet busnya?
A: Udah dapet busnya?
D: belum ayah, almost an hour.
A: Terus gimana? Mau nungguin?
D: Iya, soalnya dede kan ceritanya mau liburan naik bus hari ini.
Mungkin emang harus segigih dan sesabar itu, bahkan lebih dari itu, untuk masalah yang lainnya. Semangat ya, ratih :)

Komentar
Posting Komentar