LIMA HURUF (vers.2)

Sempat mau bikin project, namanya 'Lima Huruf'. Isinya adalah cerita tentang rumah, meskipun bukan kategori keluarga samudera, tapi rumah ini selalu jadi tempat kembali.

Aku kira, 'Lima Huruf' ku hanya punya satu, tapi ternyata ada dua, atau bahkan nanti, bisa lebih.

Aku ceritakan tentang 'Lima Huruf' ku yang kedua, sedikit saja.

Gak pernah nyangka untuk bisa menyusun inisial nama dari orang-orang ini menjadi sebuah akronim. Sejak awal bertemu, tak ada irisan berarti yang mungkin menyatukan aku dengan orang-orang hebat ini. Ibarat bumi dan langit. Aku bumi, dan mereka sudah menjadi manusia langit, sudah memulai usaha menjadi manusia langit sejak awal.

Tapi begitulah, Allah Maha Pembolak-balik hati.

Pergi dan kembali, naik dan turun, sebel dan kangen. Sampai sekarang, aku dan mereka menjadi satu kesatuan yang, tujuannya sama. Sama-sama mencari ridha Allah.
Siapa sangka, lingkaranku yang pertama adalah mereka. Salah satu diantara mereka adalah partner in crime hingga detik ini, tempat-sampah terbaik, pelukan terhangat, reminder yang gak pernah lupa, check list keadaan iman setiap hari (tuh kan kangen)

Kemarin meeting di tempat salah satu anggota. "Aku kangen," seseorang dari kami sekarang sudah gak di daerah kampus, sudah jadi ustadzah di salahsatu sekolah. Lalu kemarin bikin agenda short trip buat ketemu sama beliau. Ya Allah, rindunyaa.

Mungkin ini kayak geng Cinta kali ya. Iya, geng cinta, cinta karena Allah. Cie. Selalu dukung satu sama lain, karena katanya, kalau cinta itu selalu mengusahakan yang terbaik untuk yang dicintainya. Pun dengan mereka.


Komentar