Meskipun sudah sebesar ini, aku tetap suka, bahkan jatuh cinta, kalau ngelewat toko boneka. Sampai-sampai janjian sama teteh untuk beliin boneka kalau dede lulus nanti. Lulus S1 lho ini, bukan lulus SD. Lucu ya, tapi ya gitu.
Setiap naik mobil, dan lewat toko itu selalu bilang, "tuh ya itu tuh" atau sengaja lewat jalan itu kalau mau pulang, "yang itu ya teh" Suka pisan.
---
Pada akhirnya, pun iya setelah lulus nanti boneka itu dibelikan untuk aku, tapi boneka itu tetap bukan milikku. Karena boneka itu, pasti akan dipinjem juga. Entah itu untuk sekedar membuat keponakanku nanti diam dari nangisnya, atau hanya sekedar untuk pengganti tidur adikku. Pada akhirnya, boneka itu akan turun juga untuk anakku nanti.
Atau pada akhirnya, bonekanya gak kesampaian dibelikan. Bukan karena tak kunjung lulus, tapi mungkin keburu ada yang beli dan kehabisan. (ini the worst plan, ever)
Tapi pada akhirnya, kita semua tau, apa yang ada di dunia ini bukan milik kita. Suatu saat akan Allah ambil, entah bagaimana caranya. Tapi yang pasti untuk menguji keimanan.
Pada akhirnya, aku tetap milikNya.
Setiap naik mobil, dan lewat toko itu selalu bilang, "tuh ya itu tuh" atau sengaja lewat jalan itu kalau mau pulang, "yang itu ya teh" Suka pisan.
---
Pada akhirnya, pun iya setelah lulus nanti boneka itu dibelikan untuk aku, tapi boneka itu tetap bukan milikku. Karena boneka itu, pasti akan dipinjem juga. Entah itu untuk sekedar membuat keponakanku nanti diam dari nangisnya, atau hanya sekedar untuk pengganti tidur adikku. Pada akhirnya, boneka itu akan turun juga untuk anakku nanti.
Atau pada akhirnya, bonekanya gak kesampaian dibelikan. Bukan karena tak kunjung lulus, tapi mungkin keburu ada yang beli dan kehabisan. (ini the worst plan, ever)
Tapi pada akhirnya, kita semua tau, apa yang ada di dunia ini bukan milik kita. Suatu saat akan Allah ambil, entah bagaimana caranya. Tapi yang pasti untuk menguji keimanan.
Pada akhirnya, aku tetap milikNya.
Komentar
Posting Komentar