Solatnya Di Mesjid, Ah

Sudah 2 hari berlalu, kami bertiga masih pada obrolan yang sama: tugas akhir (karena dosen pembimbingnya sama) dan pencarian makna hidup. 2 hari berturut-turut kami masih membahas tentang buku yang enak dibaca, cerita pengalaman, dan harapan-harapan ke depannya. 2 hari berturut-turut juga 1 diantara kami menunjukan perubahan signifikan yang sungguh, kami terkejut plus senang. Senang sekali. Alhamdulillah.

Kadang, orang-orang yang punya ilmu gak mau untuk denger ilmu baru, karena merasa sudah punya ilmunya. Begitu juga dengan teman kami yang satu ini. Sebelum hari ini dan kemarin, kalau kita bertiga atau hanya salah satu diantara kami sedang membahas sesuatu, jawabannya pasti "Kalau teori, aku udah kenyang. Udah tau, bahkan mungkin lebih tau dari kalian." Hehe, iya sih emang. Apalah kita, tiap hari aja masih baca buku, masih ngejar-ngejar kajian, masih selalu ngerasa kehausan (yang ini cuma aku aja kayaknya). Tapi dimulai dari kemarin, dia banyak nanya, banyak ingin tahu, seperti gelas kosong yang siap diisi.

Hari pertama. Hal yang mengejutkan hari ini adalah kami bertiga bertemu hanya untuk mencari judul buku yang menarik. Sungguh, ini tidak biasa. Dan di akhir pertemuannya dia bilang, "Sebenernya, aku ngajak kalian ketemu teh, ingin belajar ngaji. Kalau aku yang belajar ngaji, pasti balelol deh" Subhanallah, ini sungguh, terharu banget. Kaget dan seneng.

Hari kedua. Hari ini kita janjian untuk minjemin buku sama beliau. Ketika adzan dzuhur berkumandang dan kita siap-siap untuk pergi sholat, lalu dia menghentikan jalan kami, "Sholatnya di mesjid, ah. Aku lagi kangen sholat di mesjid"

Nikmat mana lagi yang engkau dustakan?

Komentar