Tergantung Niatnya


Lagi scroll home facebook, terus nemu video singkat buatannya 'filmmaker' (mangga bisa dicek di facebook). Salah satu videonya bercerita tentang ikhwan yang shalat terawihnya ngebut banget, terus ditegur sama temennya dan diminta untuk ngulangin shalatnya, tapi jangan ngebut-ngebut. Setelah si ikhwan selesai shalatnya, kemudian ditanya sama temennya, "enakan yang mana, yang pertama atau yang kedua?" terus jawaban ikhwannya, "yang pertama."

Lho kok?

Di tengah-tengah pas nonton video itu aku berpikir, ah pasti bakal jawab yang kedua. Ketika ditanya kenapa sama temennya, si ikhwan jawab, "karena yang pertama niat aku karena Allah, kalau yang kedua niat aku karena disuruh kamu."

Meskipun awalnya agak bingung juga pas nontonnya, "jadi meningan solat cepet gitu?" haha, tapi bukan itu yang mau aku bicarain. Adalah ketika ikhwannya bilang, niat aku karena Allah.

Bersamaan dengan bulan Ramadhan yang di dalamnya terdapat penuh keberkahan, pintu ampunan, dan segala hal yang spesial, yang amal ibadah sunnah bernilai ibadah wajib, yang tiap huruf Al-Qur'an dibacakan nilainya dilipatgandakan, yang sedikit amal sholeh itu bernilai, Ramadhan perlu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Ada yang mengejar target tilawah, target hapalan, target membiasakan diri untuk shalat tepat waktu, untuk selalu shalat dhuha, dan lain-lain. Tapi gak ada salahnya dengan mengerjakan pekerjaan yang di luar ibadah mahdoh, asal niatnya karena Allah. Misalnya ngerjain skripsi.

Pernah berniat untuk menghabiskan seharian untuk skripsian di bulan Ramadhan, tapi kemudian diserang dengan berbagai targetan yang harus dicapai (dibuat sendiri) di bulan Ramadhan, dan kepikiran "masa ngabisi Ramadhan Cuma buat skripsian!" Really? Padahal, kalau skripsi diniatkan karena Allah, maka bisa jadi bernilai jihad, insyaAllah.
Kemudian baca buku Rasulullah & Science tulisannya Syekh Yusuf Qardhawi. Dalam salah satu tulisannya terdapat hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan dariAbu Hurairah: "Barangsiapa yang mempelajari ilmu yang akan mendatangkan keridhaan Allah, tapi ia tidak mempelajarinya melainkan hanya untuk mencapai suatu tujuan duniawi, maka tidak ada baginya sedikitpun dari bau surga di hari kiamat kelak" (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Al-Hakim) Ilmu apapun, asal niatnya karena Allah dan mencari ridha Allah, insyaAllah akan bernilai pahala.

Jangan-jangan, targetan ibadah kita yang gak berniat untuk mencari ridha Allah?

"Barangsiapa yang bertekad menggapai akhirat Allah akan menganugerahkan penyempurnaannya. Ditanamkan dalam hatinya kepuasan dan ditangkan keduniaan kepadanya."

Terus menerus belajar untuk memperbaiki niat. Semangat!

Komentar