"Jika kamu memilih aku, maka kamu memilih aku dengan semua aku. Semua yang kamu temui yang ada pada diriku. Dengan lebih dan kurangku, segala aktivitasku, tugas-tugasku, dan semua kemungkinan yang mungkin terjadi pada diriku." katanya.
Kemudian aku menatap matanya lekat-lekat, aku mengangguk setuju.
Aku setuju, yang artinya, aku pun harus menerimanya dengan semua dirinya. Lebih dan kurangnya, aktivitasnya, tugas-tugasnya, dan semua kemungkinan yang mungkin terjadi pada dirinya.
Tentu. Begitu juga dirinya. Yang harus menerima dengan semua aku. Lebih dan kurangku, aktivitasku, tugas-tugasku, dan semua kemungkinan yang mungkin terjadi pada diriku.
Lagi dan selalu mengingatkan diri sendiri, menikah itu untuk ibadah.
Jika saat sendiri, sebutlah nilai ibadahku berada pada angka 8, maka setelah menikah, minimal nilai itu tetap di 8 bahkan harus bisa lebih baik.
Karena menikahnya untuk ibadah. Maka jannah adalah tujuannya.
Memilihnya, (seharusnya dan semoga) membuat jannah terasa lebih dekat saat bersama.
Kemudian aku menatap matanya lekat-lekat, aku mengangguk setuju.
Aku setuju, yang artinya, aku pun harus menerimanya dengan semua dirinya. Lebih dan kurangnya, aktivitasnya, tugas-tugasnya, dan semua kemungkinan yang mungkin terjadi pada dirinya.
Tentu. Begitu juga dirinya. Yang harus menerima dengan semua aku. Lebih dan kurangku, aktivitasku, tugas-tugasku, dan semua kemungkinan yang mungkin terjadi pada diriku.
Lagi dan selalu mengingatkan diri sendiri, menikah itu untuk ibadah.
Jika saat sendiri, sebutlah nilai ibadahku berada pada angka 8, maka setelah menikah, minimal nilai itu tetap di 8 bahkan harus bisa lebih baik.
Karena menikahnya untuk ibadah. Maka jannah adalah tujuannya.
Memilihnya, (seharusnya dan semoga) membuat jannah terasa lebih dekat saat bersama.
Komentar
Posting Komentar